Jakarta, 27 Maret 2026 – Komitmen PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudfood) dalam mendorong inovasi dan keberlanjutan kembali ditegaskan melalui partisipasi aktif dalam International Strategic Meeting on Scientific Pathways for Sustainable Livestock Industry Transformation yang berlangsung pada 25–31 Maret 2026 di Auditorium Gedung B.J. Habibie, Jakarta. Forum bergengsi yang diselenggarakan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini menjadi ajang kolaborasi global untuk memperkuat transformasi industri peternakan dan susu.
Sebagai salah satu pelaku industri terkemuka, Garudafood diwakili langsung oleh Fransiskus Johny Soegiarto, CEO Garudafood, hadir sebagai narasumber dalam diskusi panel sesi 5: Integrating Innovation, Science and Industry Partnerships for Sustainable Dairy Transformation Moderator: Laurence Rycken, Director General, International Dairy Federation (IDF) bersama dengan narasumber lainnya, antara lain:
- Widiastuti, Deputy for the Coordination of Food and Agriculture-Related Enterprises, Coordinating Ministry for Food Affairs of the Republic of Indonesia
- Suseno, Executive Director Assistant, Indonesian Dairy Processing Industry Association (AIPS)
- Pengcheng Li, Senior Executive President, Mengniu Dairy, Chairman, Mengniu Foundation
- Daniel Schwarz, Head of Milk Testing and Agri Lab Business, FOSS
- Nurjannah Husein, Head of Sales, Arla Foods Indonesia
Dalam diskusi tersebut, Frans menyoroti bahwa arah inovasi produk susu Garudafood sangat dipengaruhi oleh dinamika perilaku konsumen Indonesia yang terus berkembang. Beberapa tren utama yang menjadi perhatian, antara lain:
- Kesadaran hidup sehat yang meningkat, mendorong kebutuhan akan produk bernutrisi tinggi
- Gaya hidup praktis, yang meningkatkan permintaan produk siap konsumsi
- Kepedulian terhadap keberlanjutan, termasuk produk yang ramah lingkungan
“Garudafood terus berupaya menghadirkan produk susu yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini. Masa depan industri susu Indonesia bergantung pada kolaborasi antara inovasi, keberlanjutan, dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan konsumen,” ungkap Frans dalam sesi diskusi.
Forum internasional ini mempertemukan lebih dari 150 delegasi dari berbagai negara, termasuk pembuat kebijakan, peneliti, investor, dan pelaku industri. Diskusi yang berlangsung tidak hanya berfokus pada inovasi, tetapi juga pada langkah konkret menuju industri yang lebih berkelanjutan, seperti penerapan carbon footprint dan Life Cycle Assessment (LCA), penguatan rantai pasok susu dari hulu ke hilir, dan implementasi ekonomi sirkular dalam industri peternakan.
Pejabat Tinggi FAO, Menteri PPN, dan Kepala BRIN Kunjungi Stan Garudafood
Selain mengikuti rangkaian diskusi panel dengan para ilmuwan, Garudafood juga membuka stan interaktif di area pameran pada penyelenggaraan forum BRIN-FAO. Stan pameran ini turut memperkenalkan kembali produk minuman susu Clevo yang kini dilengkapi varian full cream yang lebih tinggi protein. Pengunjung dapat mencoba langsung produk tersebut sambil mendapatkan penjelasan tentang proses produksinya, mulai dari bahan baku hingga inovasi nutrisi yang mendukung kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

Kehadiran stan pameran Garudafood menyita perhatian khusus dari jajaran pejabat tinggi negara yang hadir. Di sela-sela peninjauan pameran, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bapak Rachmat Pambudy, bersama dengan Kepala BRIN, Arif Satria, menyempatkan diri untuk mengunjungi stan Garudafood.
Menurut Arif, forum internasional ini diharapkan menjadi platform kolaborasi antara BRIN dengan berbagai industri, lembaga riset, serta mitra global dari berbagai negara. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat transfer pengetahuan dan penguatan inovasi teknologi di sektor peternakan.
Melalui sinergi antara pemerintah, industri, lembaga riset, dan mitra global, Arif optimistis Indonesia dapat membangun sistem peternakan yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu memenuhi kebutuhan gizi nasional.
Di kesempatan yang sama, Assistant Director-General and Chief Veterinarian sekaligus Director of the Animal Production and Health Division FAO, Thanawat Tiensin bersama CEO Garudafood, Bapak Fransiskus Johny Soegiarto, didampingi Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan, Nugroho Adi Sasongko, berbincang mengenai potensi kolaborasi pengembangan teknologi peternakan berkelanjutan di stan Garudafood. Diskusi tersebut menegaskan kesamaan visi antara FAO, pemerintah Indonesia, dan sektor swasta dalam menghadapi tantangan global ketahanan pangan.
Partisipasi Garudafood pada pertemuan strategis internasional BRIN-FAO ini menjadi bukti nyata bahwa perusahaan terus mengambil peran aktif dalam mendorong transformasi industri pangan, khususnya sektor susu, agar lebih tangguh dan berdaya saing global.
Garudafood ke depannya berkomitmen untuk mengembangkan inovasi produk berbasis kebutuhan konsumen, mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam rantai bisnis, dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Melalui langkah ini, Garudafood tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada ketahanan pangan dan nutrisi Indonesia.