Senin, 12 Oktober 2026

GEMPITA Garudafood dan Bayer Indonesia Dorong Praktik Budidaya Kacang Tanah yang Optimal bagi Petani Mitra

Pati dan Bojonegoro, Oktober 2026 - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk melalui tim Kemitraan dan R&D Agronomist berkolaborasi dengan Better Life Farming (BLF) dari PT Bayer Indonesia menyelenggarakan kegiatan GEMPITA (Gelar Edukasi Kemitraan dan Teknologi) bagi petani mitra kacang tanah di Bojonegoro dan Pati, Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai praktik budidaya yang baik sekaligus memperlihatkan secara langsung penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan teknologi proteksi tanaman dalam budidaya kacang tanah.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada Kamis, 8 Oktober 2026, di lahan demonstrasi (demplot) milik Bapak Ali Mochtar, Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini diikuti oleh 150 petani mitra kacang tanah Garudafood. Selanjutnya, kegiatan serupa dilaksanakan pada Senin, 12 Oktober 2026, di lahan demplot milik Ibu Parmi, Desa Jembulwunut, Kecamatan Gunung Wungkal, Kabupaten Pati, dengan melibatkan 130 petani mitra.

Dalam kegiatan ini, petani diajak melihat langsung perbandingan antara demplot yang menerapkan GAP Garudafood dan teknologi proteksi tanaman dari Bayer Indonesia dengan lahan kontrol yang menggunakan praktik budidaya petani lokal. Masing-masing lahan memiliki luas 0,25 hektare, sehingga petani dapat mengamati perbedaan penerapan teknik budidaya dan hasil yang diperoleh.

Melalui demplot tersebut, petani diperkenalkan pada pentingnya penerapan praktik budidaya yang tepat, mulai dari persiapan lahan, penggunaan benih unggul kacang tanah Garuda BIGA, pengaturan jarak tanam, pemupukan berimbang, pengairan yang memadai, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman. Petani juga mendapatkan edukasi mengenai kebutuhan air dan pengendalian hama pada fase generatif, khususnya pada umur tanaman 60 hingga 90 hari setelah tanam (HST), yang berperan dalam proses pengisian dan pematangan polong.

Pada kegiatan di Bojonegoro, hasil pengamatan menunjukkan bahwa penerapan GAP dan teknologi proteksi tanaman pada lahan demplot menghasilkan produktivitas sekitar 101% lebih tinggi dibandingkan lahan kontrol, disertai rasio kualitas yang mencapai dua kali lipat. Hasil ini memberikan gambaran mengenai potensi peningkatan produktivitas dan kualitas melalui penerapan praktik budidaya yang lebih baik.

Sementara itu, kegiatan di Pati dilaksanakan ketika tanaman berusia 60 HST. Pada tahap ini, petani dapat mengamati performa vegetatif tanaman serta efektivitas penggunaan paket solusi proteksi tanaman dari Bayer Indonesia dibandingkan dengan perlakuan budidaya petani lokal. Edukasi juga difokuskan pada pemeliharaan tanaman hingga umur panen optimal, yaitu sekitar 90 hari, agar pembentukan polong dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan kacang tanah yang optimal serta berkualitas.

Selain edukasi teknis, kegiatan GEMPITA turut menjadi sarana bagi Garudafood untuk memberikan pemahaman mengenai kemitraan budidaya kacang tanah. Melalui kemitraan ini, petani memperoleh informasi mengenai potensi kepastian pasar dan nilai tambah yang dapat diperoleh dengan menanam benih Garuda BIGA dan bergabung dalam kemitraan Garudafood.

Melalui kolaborasi dengan Bayer Indonesia, Garudafood berharap kegiatan GEMPITA dapat memperluas pengetahuan petani mengenai praktik budidaya yang baik, mendorong penerapan teknologi pertanian yang tepat, serta mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas kacang tanah. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Garudafood dalam memperkuat kemitraan dengan petani dan mendukung praktik pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.