NEWSLETTER

Get latest information from Garudafood delivered to your mailbox.

 
Press Release
Home > News > Press Release
training

penyuluhan banjir

Friday, 30-Jan-2009
GarudaFood Siaga Banjir
Memasuki awal 2009, hujan deras terus mengguyur kota Jakarta. Dan setiap kali hujan turun, dapat dipastikan beberapa wilayah Jakarta akan macet karena banyak genangan air dan malah terendam banjir.

Menurut data, setidaknya 15 tahun terakhir ada 4 kejadian banjir di Jakarta dan bahkan banjir 2007 pernah membuat 70% kawasan Jakarta tenggelam.



Oleh karena itu, sebagai bagian dari persiapan menghadapi banjir, GarudaFood mengundang Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) untuk memberikan “Penyuluhan Panduan Praktis Siaga Banjir” pada Kamis (22/1) di kantor pusat Bintaro.



“Tujuannya agar kami dapat mengantisipasi musibah banjir ini dan bagaimana kami dapat menolong para karyawan agar siap siaga menghadapi banjir” ujar Noven Rozano, Industrial Manager GarudaFood.

Noven menambahkan kejadian banjir tidak dapat dicegah, namun dapat dikendalikan agar dampak kerugian dapat diminalisir.



Kepadatan penduduk tak diimbangi dengan perilaku sadar lingkungan. Masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan, pencemaran semakin berat, yang menyebabkan palung sungai semakin sempit, ditambah dengan semrawutnya tata kota.



“Apalagi sekarang daerah resapan air malah dijadikan mall atau perumahan mewah sehingga semakin tersingkirnya kantong-kantong air penampung aliran limpasan dan genangan” ujar Sigit Iko Sugondo, Senior Partnership Manager ACT.



Lebih lanjut, Sigit memberikan beberapa panduan praktis siaga banjir, diantaranya harus mendengarkan perkembangan situasi melalui media dan jangan mudah terpancing isu. Selain itu, kita juga harus mempersiapkan satu tas siaga bencana yang berisi perlengkapan P3K, standar penyelamatan, dokumen-dokumen penting, persediaan makanan dan minuman, pakaian cadangan dan selimut serta radio keci, senter, dan baterai.



Dan jika banjir semakin tinggi, segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan lebih aman.



Back to list >