Bapak Sudhamek AWS Berikan Paparan ‘Ekonomi Inklusif’ di Rakernas PINBAS MUI

Bpk. Sudhamek menerima token of appreciaton dari Pusat Inkubasi Bisnis Syari’ah Majelis Ulama Indonesia (PINBAS MUI)

Bp Sudhamek AWS hadir sebagai narasumber pada acara Rapat Kerja Nasional Pusat Inkubasi Bisnis Syari’ah Majelis Ulama Indonesia (Rakernas PINBAS MUI) yang diselenggarakan di Hotel Ultima Horison, Palembang (15/2). Rakernas ini dibuka oleh Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, Darmin Nasution bersama Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dan Ketua Umum MUI pusat Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin.

Acara yang mengusung tema “Mewujudkan Redistribusi Asset dan Kemitraan Menuju Kebangkitan Ekonomi Umat,” ini merupakan wadah untuk mengakomodir berbagai upaya penguatan organisasi dan mendorong percepatan pertumbuhan KUMKM, dengan tujuan :

  • Melakukan Konsolidasi , Penguatan Jaringan dan Kelembagaan Pusat Inkubasi Bisnis  Syariah (PINBAS)
  • Menyusun Program Strategis dan Program Unggulan Pinbas secara Nasional
  • Mendorong terjalinnya kerjasama, koordinasi dan sinergi program aksi ekonomi umat berbasis Syariah sasaran
  • Mencanangkan tahun  2018 sebagai tahun kebangkitan ekonomi umat berbasis Syariah.

Dalam kesempatan tersebut  Bp. Sudhamek menyampaikan paparan materi mengenai  ‘Ekonomi Inklusif Melalui Kemitraan Berbasis Rantai Nilai Bisnis’ ke ratusan peserta yang  terdiri dari Pimpinan Harian MUI Pusat & Pengurus Komite Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI di  Pusat Provinsi. Menurut Beliau  Inclusive Economy akan menghasilkan Inclusive growth,  dan akan terjadi bila ada kesempatan berusaha yang sama.  Dalam dunia usaha, kita juga harus menerapkan tiga prinsip bisnis yaitu :

  1. CARA MENCARI UANG: Mata pencaharian yang benar (Agama, Etika & Hukum).
  2. CARA MENGGUNAKAN UANG: bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga orang lain.
  3. SIKAP MENTAL TERHADAP KEKAYAAN: tanpa kemelekatan & keserakahan. Kekayaan itu justru harus membuat kita menjadi orang yang lebih baik.

Dalam rangka membangun program kemitraan melalui program kebangkitan ekonomi umat, PINBAS MUI bekerjasama dengan PT Agro Prima Utama (APU), PT Garuda Food, serta Universitas Muhammadiyah Palembang, sudah mencanangkan pemberdayaan penanaman kacang di desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, pada 13 Februari 2018. Kerjasama tersebut telah melakukan survei  lahan seluas 74 hektar. Setelah melakukan survei, dan sudah disepakati akan menggunakan 30 hektar untuk pembuatan benih kacang, dan 44 hektar lahan di Sumatra Selatan untuk penanaman kacang.

Program kerjasama ini merupakan kelanjutan dari program Agribisnis Kacang Nasional (Agrikanas), bekerjasama dengan Pemerintah, Garuda Food Group, dan PINBAS MUI, untuk mewujudkan konsep Arus Baru Ekonomi Indonesia, sebagai tindak lanjut dari Kongres Ekonomi Umat yang telah diselenggarakan pada pertengahan April 2017 lalu.   Diharapkan program Agrikanas PINBAS MUI ini akan bisa direalisasikan juga di berbagai cabang PINBAS MUI di berbagai propinsi di seluruh Indonesia. sebagai jalan bagi kebangkitan ekonomi umat di seluruh daerah di Indonesia.

Sebelumnya telah dilangsungkan Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 31 Oktober 2017,  dilanjutkan dengan tanam perdana bibit kacang tanah melalui pengelolaan lahan Perhutani seluas +/- 175.000 Ha yang telah disiapkan di wilayah Jawa Timur. Pilot project dilaksanakan di desa Dander, Bojonegoro, seluas 0,65 Ha. Panen Raya Perdana Kacang BIGA (Biji Tiga) juga telah dilaksanakan pada 5 Februari 2018, pilot project awal seluas 0,65 ha  ini menghasilkan sekitar 3 ton/hektar kacang tanah yang sepenuhnya akan   dipergunakan untuk bibit kacang tanah yang kemudian akan ditanam di lahan seluas 2.200 hektar dengan hasil kotor sekitar 18 juta rupiah/hektar/panen.


Connect with us
Our channels:
Copyright © GarudaFood 2011. All Rights Reserved